trima kasih sudah mampir di blog saya dan jangan bosan mampir yaaa

Rabu, 15 Januari 2014

Fungsi-fungsi Manajemen



Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1. Perencanaan (Planning),
2. Pengorganisasian (Organizing),
3. Pengarahan (Actuating/Directing),
4. Pengawasan (Controlling)
Fungsi Perencanaan
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi.

Organisasi Lembaga Pendidikan



A.  Pengertian Organisasi Lembaga Pendidikan
·       Beberapa definisi organisasi dari para ahli :
Louis A. Allen (1960)
Pengorganisaasian adalah proses mengatur dan menghubungankan pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga tugas organisasi dapat diselesaikan secara efektif dan efisien oleh orang-orang.
Robbins (1996)
Organisasi dipandang pula sebagai satuan sosial yang dikoordinasi secara sadar, yang tersusun atas dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relatif terus- menerus untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.
·     Suatu lembaga adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umum tertentu dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tertentu. Lembaga termasuk diantara norma-norma masyarakat yang paling resmi dan bersifat memaksa. Kalau kebiasaan dan tata kelakuan disekitar suatu kegiatan yang penting menjadi terorganisir ke dalam sistem keyakinan dan perilaku yang sangat formal dan mengikat, maka suatu lembaga telah berkembang. Oleh karena itu suatu lembaga mencakup :

Rabu, 27 November 2013

Maharah Istima'



A.     Pengertian Istima’
Kata menyima’ sudah akrab di telinga setiap orang. Namun banyak orang yang salah mengartikan menyima’. Menurut  sebagian orang menyimak sama dengan kata mendengar dan mendengarkan.

Mendengar yang dimaksud bukan hanya sekedar mendengarkan menggunakan telinga, akan tetapi juga melibatkan memori dan ingatan. Dalam hal ini, saat kita mendengar, pikiran yang dapat difungsikan untuk dapat menyimak dari apa yang kita dengar agar mendapatkan manfaatnya. Kegiatan istima’ ini juga harus dapat menangkap arti yang tersurat dan tersirat. Kegiatan menyimak yang demikian lazim disebut dengan istima’.

Lyric's Raineia Yang - Aimei (ketidakjelasan)



Rainei Yang – Ai mei (Ost. Devil Beside You)

Reff©©©©
暧昧 让 人 受尽 委屈
àimèi ràng rén shòujìn wěiqu
(ketidakjelasan menyebabkan oorang menderita kesusahan)
找不到 相爱 的 证据
zhǎobudào xiāng’ài de zhèngjù
(tak dapat menemukan bukti saling mencintai)
何时 该 前进 何时 该 放弃
héshí gāi qiánjìn héshí gāi fàngqì
(kapan harus maju kapan harus menyerah)
连 拥抱 都 没有 勇气
lián yōngbào dōu méiyǒu yǒngqì
(bahkan merangkul pun tak berani)
只能 陪 你 到 这里
zhǐnéng péi nǐ dào zhèlǐ
(hanya dapat temani kau sampai disini)

Selasa, 22 Oktober 2013

Metode Pembelajaran Jumlah/Nahwu



A.    Pengertian Metode Pembelajaran Jumlah dan Nahwu
Metode pembelajaran atau Tharaiq Tadris adalah cara yang dilakukan guru dalam  kegiatan belajar mengajar untuk memahamkan atau memberitahukan pengetahuan  kepada muridnya.
Nahwu merupakan salah satu komponen yang ada pada bahasa Arab, Nahwu termasuk dalam kaidah bahasa Arab yang digunakan untuk membenarkan kesalahan-kesalah yang terjadi dalam penulisan atau pengucapan bahasa. Dalam Bahasa Arab mempelajari ilmu Nahwu hukumnya wajib karena dalam memahami dan menyampaikan ungkapan atau ide-ide pemikiran secara tepat dan sesuai dengan kaidah kebahasaan harus mengetahui tentang ilmu Nahwu.
Dalam pembelajaran nahwu siswa tidak hanya menghafalkan tentang kaidah-kaidah nahwu saja, akan tetapi siswa dituntun untuk untuk mempraktekkannya dalam tulisan bisa berupa Insya'  dan mempraktekkannya dalam membaca seperti membaca kitab-kitab klasik. Pada dasarnya penguasaan kaidah-kaidah nahwu adalah sebagai sarana berbahasa bukan bukan tujuan akhir dari pembelajaran tentang bahasa Arab.

Sabtu, 03 Agustus 2013

perpustakaan sebagai pusat pembelajaran Bahasa Arab



A.     Pengertian Perpustakaan
Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka yang artinya kitab, buku-buku, kitab primbon. Kata pustaka mendapat imbuhan per- dan –an yang berarti kumpulan buku-buku bacaan atau bibliotek atau buku-buku kesusasteraan. Pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu tempat atau gedung yang berisi buku-buku koleksi yang disusun secara teratur sehingga mudah untuk dicari bagi pembaca ketika dibutuhkan.

Melihat definisi perpustakaan diatas secara umum, dapat diambil kesimpulan bahwa perpustakaan mempunyai beberapa cirri-ciri, yaitu:
1.    Tersedianya ruangan yang digunakan khusus untuk perpustakaan.
2.    Ada koleksi bahan pustaka atau sumber informasi bahan lainnya.
3.    Ada petugas yang melayani para pengguna perpustakaan.
4.    Ada masyarakat pengguna.
5.    Ada sarana dan prasarana yang diperlukan.
6.    Ada tata cara atau mekanisme tertentu yang diperlukan dalam perpustakaan.

Mengukur Maharah Qiraah



A.     Pengertian Qiraah

Kata Qira’ah berasal dari akar kata  qoro’a-yaqro’u, qiro’atan yang artinya membaca, bacaan. Secara  bahasa, kata ini berasal dari ayat pertama dari salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, yakni iqro. Kata “iqro” dalam ayat tersebut adalah “fi’il amar” yang mengandung arti perintah untuk membaca.

Ada beberapa alasan yang mengharuskan untuk selalu dan gemar membaca, antara lain:
·      Membaca sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan
·      Membaca merupakan sarana pergaulan
·      Membaca merupakan salah satu sarana hiburan
·      Membaca dapat menjadi sarana mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa.
·      Membaca sebagai sarana koreksi diri.

Membaca adalah aktivitas memahami, menafsirkan, mengingat, lalu yang terakhir adalah menuliskan kembali berdasarkan analisis fikiran kita sendiri.